Pemkab Lamsel Imbau Masyarakat Segera Vaksin Booster

 

KALIANDA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk segera melaksanakan vaksin booster ditempat pelayanan kesehatan yang sudah tersedia di wilayah masing-masing.

Hal ini terungkap pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pejabat Pemerintah Daerah Lampung Selatan, yang berlangsung di Aula Rajabasa, Setdakab setempat, Senin (25/7/2022).

Nanang menjelaskan, penyebaran Corona Virus Disease (COVID) -19 yang kini semakin masif menjadi penyebab utama, digalakkannya vaksinasi dosis 1, dosis 2 dan dosis 3 atau booster.

Kepala Dinas Kesehatan Jhoniyansyah mengungkapkan, cakupan vaksinasi di Kabupaten Lampung Selatan untuk dosis 1 telah mencapai 735.977 atau 94,99 persen. Kemudian, vaksin dosis 2 mencapai 610.766 atau 78,83 persen dan vaksin dosis 3 mencapai 118.963 atau 15,35 persen.

“Vaksinasi kita untuk dosis 1 dan dosis 2 sudah mencapai target, untuk vaksinasi booster kita daerah diminta untuk segera dilaksanakan di fasilitas kesehatan yang ada,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD dr. H. Bob Bazar, SKM Reny Indrayani, juga menyampaikan, untuk saat ini tidak terdapat pasien yang menjalani isolasi rawat inap dan isolasi mandiri (isoman) akbiat COVID-19.

Namun demikian, masih perlu dilaksanakan vaksinasi untuk mengantisipasi adanya penyebaran COVID-19 di Lampung Selatan. Mengingat, dibeberapa daerah lainnya di Indonesia mengalami peningkatan kasus yang cukup signifikan.

“Pada 20 Juli 2022 ada satu pasien dengan rapid antigen positif, tetapi setelah dilakukan PCR selama 2 kali berturut-turut hasilnya negatif. Kemudian, di Rumah Sakit Bob Bazar kami menyediakan ruang keamanan khusus untuk infeksi paru,” katanya.

Sementara, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk segera melaksanakan vaksin dosis 1, dosis 2 dan dosis 3 atau booster. Sehingga target Lampung Selatan herd immunity dapat segera tercapai.

“Ayo vaksinasi, ini untuk kebaikan kita semua, dibeberapa daerah lain seperti Jakarta sudah mengalami peningkatan kasus. Ini yang harus kita antisipasi, jangan sampai kita kejadian lagi, zona merah dan kita tidak bisa kemana-mana, pergerakan masyarakat menjadi terbatas,” ujarnya. (ptm)